
MIF Muara Angke
Muara Angke. Langit seolah tak pernah lelah memayungi kota dengan populasi lebih dari 9 juta penduduk itu. Ya, Jakarta – kota nomer 1 di Indonesia, terbesar keempat di dunia.
Sudah seyogyanya pada abad ini manusia lebih menjaga kekompakkan dengan alam dan sesamanya demi seimbangnya ekosistem. MIF adalah salah satu dari katalisator keseimbangan tersebut.
Setelah beraktifitas dengan pekerjaan selama seminggu penuh, pada Ahad 8 Mei 2011 tim MIF kembali bergerak menuju kawasan Muara Angke . Tim menggulirkan dana beasiswa sebanyak Rp. 500.000,- kepada 5 orang siswa di kampung Nelayan padat penduduk ini. Penerima beasiswa masing-masing adalah siswa SMK favorit di Jakarta Utara, mereka mengambil bidang keahlian mekatronika, teknik listrik, dan otomotif.
Tim menerima jamuan di rumah Adam.
Kunjungan diawali dengan silaturahim bersama keluarga Adam, siswa ini adalah pemegang ranking ke-3 dari 27 siswa di sekolahnya. Selang beberapa waktu kemudian setelah dari rumah Adam, tim melanjutkan perjalanan menuju keluarga Arif salah satu siswa di sekolah unggulan nomer 1 di jakarta, SMKN 56.
Selepas dari keluarga Arif, tim kembali melangkah menuju kediaman Rizki yang juga satu sekolah dengan Arif, keluarga rizki harus mengeluarkan biaya sekolah sebanyak Rp. 235.000 / bln dan uang pangkal sebesar 4 juta rupiah, Jumlah yang sangat besar bagi warga kampung Nelayan .
Setelah cukup kenyang dijamu oleh para penerima Beasiswa, tim kemudian melabuhkan langkah terakhir pada sebuah kampung di pesisir Muara Angke. Kampung kerang, disebut demikian karena daratan kampung ini dibentuk dari tumpukkan cangkang kerang hijau yang jumlahnya begitu banyak.
Ungkapan terima kasih setulusnya dihaturkan para Orang Tua dan penerima beasiswa kepada para Donatur MIF. Berikutnya MIF akan mengeksekusi rencana pembangunan sebuah taman baca di pemukiman nelayan ini. (gbr)